Saturday, 06 March 2021
60 views

Badik Suami Melenyapkan Nyawa Istri Karena Cemburu

BONE SULAWESI SELATAN, DETEKTIFONLINE.COM –
Pada hari Rabu Tgl. 21 Januari 2021 Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bone yang dipimpin oleh Kanit Resmob IPDA Riad yang di backup oleh Polres Berau bertempat di kampung Tanjung Batu Kec.Pulau Darawan Kab.Berau telah dilakukan penangkapan berdasarkan LP Nomor/303/XI/2020/Polda SulSel./ResBone /SPKT SEK Tanete Riattang Tanggal 20 November 2020.
Waktu kejadian Tgl. 20 November 2020 sekitar pukul 02.00 Wita.

TKP Jln.Cempalagi lingkungan Talumae Kelurahan Bukaka Kec.Tanete Riattang Kab.Bone

Nama korban Selmi binti Rasman Umur 14 Tahun jenis kelamin perempuan Alamat lingkungan harapan Talumae Kelurahan Bukaka Kec.Tanete
Riattang

Tersangka bernama Amaluddin ALS. Sakka Binti Jafar Umur 24 Tahun jenis kelamin Laki-laki. Alamat Jalan Cempalagi lingkungan Harapan Talumae Kelurahan Bukaka Kec.Tanete Riattang.

Kejadian pada hari Jumat tanggal 20 November Tahun 2020 Sekitar PKL 02.00 Wita telah terjadi tindak pidana penganiayaan, sebelumnya pelaku sementara berada di rumah temannya di lingkungan Talumae. Rika dan Teman pelaku tersebut mengajak pelaku dan istrinya (korban) untuk membuat acara makan-Makan di Rumah Rika, sehingga demikian Sakka pelaku menuju kerumah mertuanya di Jln.Sukawati untuk menjemput istrinya (korban) menuju kerumah Rika menjemputnya.

Dan setelah sampai di Jln.Sukawati, Istrinya korban) menolak, datanglah mertua Laki lakinya memaksa menantunya Istri (Korban) untuk ikut ke pelaku sehingga istri ikut bersama pelaku dengan menggunakan Sepeda Motor,

Dalam perjalanan antara pelaku dengan korban sudah terjadi cekcok, sehingga pada saat itu pelaku langsung menuju kerumah orang tuanya di lingkungan Talumae Kel.Bukaka Kec.Tanete Riattang. Keduanya suami istri langsung masuk ke dalam kamar dan setelah itu, pelaku melihat istrinya sedang menggunakan HP dan secara tidak sengaja pelaku melihat istrinya !(korban) komunikasi (chating) bersama laki-Laki lain yang isinya layaknya berpacaran, sehingga pelaku langsung merebut hendphon tersebut dan melihat isi chatnya. Tidak lama kemudian pelaku melemparkan handphone milik istrinya (Korban) mengenai pipi Korban,

Setelah itu pelaku menelpon bapaknya bernama (Japar) untuk pulang kerumahnya dan setelah istri (korban) melihat mertuanya Bapak pelaku langsung menghampiri di pekarangan rumah, dan kemudian bapak pelaku membujuk korban agar tenag, dan pada saat itu pelaku langsung memeluk istrinya (korban) Menyiku pelaku dan korban langsung mau masuk kedalam rumah, namun sebelum sampai di pintu pelaku mencabut badiknya yang sebenarnya di selipkan di pinggang sebelah kanan. Pelaku kemudian menikam korban perempuan Selmi Binti Rasman.

Pelaku langsung menekan korban sebelah kiri, sehingga korban terjatuh, setelah pelaku melihat korban terjatuh kembali pelaku menusuk kembali dibagian perut secara berulang kali. Setelah pelaku melihat korban sudah tidak berdaya dan berlumuran darah pelaku langsung meninggalkan tempat menuju ke waetuo.

Setelah pelaku melakukan penganiayaan tersebut, pelaku langsung melarikan diri menuju ke pelabuhan Siwa menggunakan kendaraan Roda 4, kemudian pelaku melanjutkan perjalanan menuju ke Kolaka Utara. Dari Kolaka Utara melanjutkan perjalanan menuju Kab.Kolaka dengan menumpang Mobil Truk, kemudian pelaku melanjutkan perjalanan menuju ke Kab. Bombana menggunakan Mobil penumpang, lalu sipelaku melanjutkan perjalanan menuju ke Kab.Bau-Bau kemudian sipelaku melanjutkan perjalanan ke Kab. Buton sipelaku sempat bekerja di salah satu tempat pengolahan kayu selama (Satu) Bulan.

Pelaku kemudian melakukan perjalanan menuju ke Samarinda melalui Pelabuhan laut Pare-Pare setelah sampai di Samarinda kemudian tersangka
melakukan perjalanan menuju ke kampung Tanjung Batu Kec.Pulau Darawan Kab.Berau.

Tgl 19 Januari 2021, Pelaku LEL. Amalauddin alias Sakka Binti Jafar sipelaku berhasil diamankan melalui Koordinasi dengan Polres Bone dengan Polres Berau.

Pasal yang dipersangkakan pasal 76 C UU NO.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang undang RI NO.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang ketentuan pidana diatur dalam Pasal 80 Ayat (3) UU RI NO.23 Tahun2002 Tentang perlindungan anak Atau Pasal 338 KUHPidana dengan masing-masing ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara.

Barang bukti pelaku 1(Satu) Bilah badik dengan panjang 20 Cm, lebar 2 Cm.lengkap dengan warangkanya yang terbungkus plastik warna hitam 1(Satu) lembar celana jeans warna Biru merek Oklay.1(Satu) lembar Baju kaos warna kuning merek biasa berlumuran darah dan bekas tusukan.

Motif di duga pelaku sakit hati terhadap Istri (Korban) karena mendapatkan Chatingan Korban dengan Laki laki ( mantan pacar) Korban.

Sebelumnya pada tahun 2017 tersangka pernah melakukan tindak pidana dengan terang terangan dan bersama sama menggunakan kekerasan terhadap v yang menyebabkan meninggal Dunia dan dihukum/divonis penjara selama 7 Tahun di lapas gunung sari Makassar dan dia keluar pada Bulan Maret Tahun 2020.

2. DPO kasus 338 KUHPidana dengan NOMOR DPO: 07/XII/2020,TGL.07 Desember 2020.Antara pelaku dengan korban merupakan pasangan suami istri menikah secara siri dan belum terdaftar di KUA).

LAPORAN:ANDI BURHANUDDIN

Print Friendly, PDF & Email
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *