Friday, 23 October 2020
285 views

Terhalang Kabel PLN, Seorang Warga Barru Terancam Gagal Bangun Rumah

 

BARRU-Detektifonline.com, Salah seorang warga Lingkungan LawaE yang berencana membangun rumah tinggal di LawaE, tetapi apa daya, kabel listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Barru menghalangi pembangunan tersebut sehingga sampai sekarang belum terbangun.

Suri, salah seorang ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Lawae, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, yang ditemui wartawan media ini, menuturkan bahwa pada Senin (14/9/2020) lalu, kami mendatangi kantor PLN Barru untuk menyampaikan bahwa kami hendak membangun (menambah) rumah tetapi terhalang kabel listrik PLN yang melintang di atas lokasi yang hendak dibanguni rumah. Petugas PLN Barru yang ditemui di kantornya meminta nomor telepon kami.

Lalu pada tanggal 16 September 2020 atau berselang 2 hari, kami mendatangi kembali kantor PLN Barru. Saat itu kami dilayani oleh penanggung jawab di PLN bernama ibu Sri. Sri (petugas PLN) meminta nomor handphone. “Kami merasa dipersulit karena sudah dua kali mendatangi kantor PLN, tetapi hanya meminta nomor telepon,” ujar ibu Suri.

Setelah berlalu beberapa jam kemudian pada hari Rabu 16 September 2020, ujar ibu Suri, petugas PLN mendatangi tempat kami untuk melakukan survei. Lanjut ibu Suri, besoknya atau pada hari Kamis, ada dua petugas PLN kembali mendatangi kami di rumah, dia katakan bahwa ini harus dipasangi tiang baru. “Petugas PLN menyampaikan kepada kami bahwa ada biaya pemasangan tiang listrik PLN,” ungkap ibu Suri.

Setelah kami disampaikan bahwa ada biaya pemasangan tiang listrik, ujar ibu Suri, besoknya atau pada hari Jumat 18 September 2020, kami mendatangi lagi kantor PLN Barru. Setelah melalui petugas Satpam PLN, kami ditemui karyawan PLN Barru bernama pak Sandi. “Manajer Sandi Sanggaria mengatakan kepada kami bahwa mungkin ibu Suri salah dengar atau salah paham bahwa ada biaya pemasangan tiang PLN,” ujarnya.

Lanjut ibu Suri, meskipun kami tahu bahwa pemasangan tiang listrik PLN bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan umum, maka pada hari itu, kami meminta  rincian biaya pemasangan tiang kalau memang kami dikenakan biaya. Kemudian besoknya, petugas PLN mendatangi kami dengan memperlihatkan biaya pemasangan tiang, yang dalam surat rinciannya itu ditandatangani oleh Manajer Sandi Sangaria, tanpa dibubuhi stempel. “Surat rincian tersebut tidak diserahkan kepada kami, namun sempat kami foto,” urainya.

Ibu Suri yang menjelaskan secara panjang lebar kronologisnya kepada wartawan media ini, berharap kepada PLN Barru dan Parepare agar segera memindahkan tiang listrik dari tempat semula ke tempat tertentu agar tidak menghalangi atap rumah yang hendak kami bangun. “Kami juga mempertanyakan legalitas pembayaran biaya pemindahan tiang listrik atau pembelian tiang baru sebagaimana telah diperlihatkan rincian tersebut kepada kami,” tandasnya. Suri menambahkan, pemindahan atau penambahan tiang listrik tersebut bukan untuk kami sendiri tetapi untuk kepentingan umum, yang mana bila tiang tersebut tidak dipindahkan maka bisa sangat berbahaya bagi kami dan penduduk sekitarnya.

(Tim)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *