Monday, 18 January 2021
10 views

Kasus OTT Diknas Sidrap : Ahmad Akui Sutarmi Putra Bupati Terima Dana Fee Proyek DAK Rp 380 Juta

SIDRAP-Detektifonline.com, Perkembangan kasus OTT di kabupaten Sidrap yang menyita perhatian publik beberapa waktu lalu kini mulai menyasar nama lain dari 3 tersangka yang sekarang berada dalam tahanan di Rutan Gunungsari Makassar.

Dari dalam tahanan Rutan Gunungsari Makassaar tersebut, Ahmad mantan pejabat PPK Diknas Sidrap yang turut menjadi tersangka kasus OTT Diknas Sidrap, mengakui pada tanggal 1 November 2019 di Lobi Hotel Dalton Makassar telah memberikan uang tunai sebesar Rp 385 juta ke Sutarmi, SH, MH putra H Dollah Mando (Bupati Sidrap).

Pengakuan Ahmad itu diberikan secara tertulis kepada keluarganya untuk diberikan kepada pengacara dan media, para Awak media ini menerimanya Sabtu (05/09/2020) sore dari keluarga Ahmad, disertai copy cek dan beberapa copy kwitansi seperti yang dikutip dari Media Sorot Makassar hari Selasa tanggal 8 September 2020.

Diceritakan di catatan Ahmad sebanyak 3 halaman itu, dalam waktu hampir bersamaan Ahmad diperintahkan oleh Kadis Diknas Sidrap Syahrul Syam dan Sutarmi, SH, MH untuk mengambil uang sebanyak Rp 385 juta ke rekanan Diknas Sidrap, CV ADYA JAYA dari Solo, untuk segera diberikan ke Sutarmi, SH, MH.

Idil perwakilan CV ADYA JAYA di Sulsel, awalnya memberikan cek dari Bank Sulselbar, Cek Nomor 201479 dengan nilai Rp 385 juta ke Ahmad untuk diberikan ke Sutarmi. Namun Sutarmi menolak menerima Cek dan memarahi Ahmad kenapa ambil Cek, Sutarmi meminta uang tunai.

Cek itu, tutur Ahmad masih dicatatannya, kemudian dikembalikan Ahmad ke Idil perwakilan CV ADYA JAYA yang bulan lalu kembali memenangkan lelang pengadaan buku untuk tahun 2020 di Diknas Sidrap. Idil sendiri kemudian ke Bank Sulsebar, untuk mencairkan sendiri Cek perusahaannya itu.

Uang tunai Rp 385 juta itu, lalu diberikan Idil ke Ahmad, dan Ahmad menyerahkan langsung uang itu ke Sutarmi, di Lobi Hotel Dalton seusai Magrib, hari Jumat tanggal 1 November 2019.

Dikatakan oleh Ahmad, uang Rp 385 juta itu adalah fee proyek pengadaan buku tahun 2019 yang memakai dana DAK. Kenapa Rp 385 juta, Ahmad di catatannya mengaku tidak tahu menahu, yang Ahmad tahu CV ADYA JAYA diarahkan langsung oleh Sutarmi untuk dimenangkan di lelang proyek.

Menurut Ahmad, seluruh proyek di Diknas khususnya proyek DAK, diatur atau dibawah kendali Sutarmi atas permintaan Bupati Sidrap Dollah Mando ke Syahrul Syam.

Syahrul Syam hanya meminta ke Sutarmi, agar proyek pengadaan baja ringan di Diknas, tidak diganggu gugat, karena adiknya Habibie yang langsung akan mengerjakannya. Habibie, sama dengan CV ADYA JAYA, kembali mengerjakan seluruh proyek pengadaan baja ringan di Diknas Sidrap untuk tahun 2020.

Terakhir kepada Kepala Sekolah dan teman-temannya pejabat Diknas Sidrap seperti Aliu Kepala Bidang Pendidikan Dasar yang kompak menuduhnya sebagai otak kasus ini, Ahmad meminta tidak takut akan tekanan Bupati dan Kadis.

“Sejumlah kepala sekolah telah datang ke isteri saya, meminta maaf karena termakan tekanan Syahrul Syam sehingga ia memberikan keterangan terbalik ke Polisi,” tulis Ahmad.

Ahmad kemudian menegaskan dirinya sangat siap menghadapi sidang dan siap membongkar siapa sesungguhnya otak pengumpulan dana fee proyek DAK Diknas Sidrap ini yang menyita perhatian publik di kabupaten Sidrap.

*(Kadir A.Setiawan)

Print Friendly, PDF & Email
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *