Monday, 26 October 2020
209 views

Sampai Kapan Penangguhan Penahanan Kades Ajakkang

 

BARRU-Detektifonline.com,Sekitar dua bulan lebih yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 16 Mei 2020, kepala Desa Ajakkang kecamatan Soppeng Riaja, kabupaten Barru ditangguhkan penahanannya oleh Polres Barru.

Penangguhan penahanan tersebut terkait kasus judi yang dilakukan oleh Kades Ajakkang bersama keempat rekannya masing masing antara lain MKR (45), CC (31), Muh. AKS (31) dan JML (42).

Publik bertanya tanya sampai kapan penangguhan penahanan terhadap kelima orang tersebut

“Kasus yang melibatkan aparat pemerintah Desa ini seharusnya tetap dilanjutkan sampai kemeja hijau untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum”ungkap Sekretaris LGI.

Lanjut”, sek LGI mengatakan bahwa Polres Barru tidak boleh tebang pilih dalam penaganan suatu kasus, meskipun orang tersebut adalah Kepala Desa, Polres Barru harus tetap menahan kelima orang tersebut dan tetap melanjutkan kasusnya”

“ini akan menjadi catatan penting bagi masyarakat bahwa telah terjadi ketidak adilan dan ketidak pastian hukum dalam menangani kasus apabila kasus ini tidak segera dilimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Barru.

Dia melanjutkan, kepada teman-teman LSM dan Pers agar kasus ini dikawal sampai kemeja hijau.

Sebelumya pihak penyidik Reskrim Polres Barru, menerima permohonan penangguhan penahanan tersangka pelaku perjudian yang melibatkan seorang oknum Kepala Desa Ajakkang, kecamatan Soppeng Riaja, kabupaten Barru, berinisial SHR (48) bersama keempat rekannya, masing masing inisial MKR (45), CC (31), Muh. AKS (31) dan JML (42).

Seperti diberitakan sebelumnya, Oknum Kades Ajakkang bersama keempat rekannya tersebut, ditangkap aparat kepolisian saat berjudi Soung menggunakan kartu Joker diteras rumah salah seorang warga dikecamatan Soppeng Riaja, pada hari Kamis (14/5/2020).

Selama beberapa hari diamankan di Mapolres Barru, Oknum Kades SHR bersama rekannya dipulangkan setelah Penyidik Reskrim Polres Barru, menerima permohonan penangguhan dari keempat Pelaku perjudian tersebut.

Kapolres Barru, AKBP Welly Abdillah SH. S.IK., mengatakan bahwa, proses hukum terhadap oknum Kades ini tetap berlanjut dan tidak dibebaskan, akan tetapi penahanannya ditangguhkan, dan di kenakan wajib lapor dua kali seminggu.

“Bukan dibebaskan, tapi ditangguhkan dan proses hukum tetap berlanjut, atas dasar obyektif dan subyektif para Penyidik dengan beberapa pertimbangan Penyidik sesuai dengan KUHP” kata Welly Abdillah melalui WhatsApp, pada Sabtu (16/5). (***/Tim)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *