Monday, 19 October 2020
547 views

Terungkap, Sosok Pahlawan Terbongkarnya Kasus Kematian Angelin

 

Jakarta, Detektifonline.com – Jeny Claudia Lumowa atau lebih akrabnya dipanggil Bunda Naumi, adalah sosok yang tak asing lagi didunia Aktivis. Wanita lulusan ilmu komunikasi publik ini sudah keliling Indonesia untuk memperjuangkan hak hak Perempuan dan Anak.

Bunda Naumi Memilih mengadikan dirinya pada anak anak dan perempuan indonesia. Wanita cantik ini juga seorang artis dan model di era 90an, tapi sebenarnya bukan berarti dia anak orang kaya sehingga dia bisa jadi Artis.

Bunda Naomi juga pernah menjadi Ibu kabupaten di Kepulauan Pangkep, dan dikenal sangat pemberani. Rasa solidaritas dan kesetiannya tak bisa diragukan lagi, demi menjaga nama naik sahabat. Jeruji besi pun sudah dilaluinya.

Siapa yang tak kenal Bunda naumi, Ia cukup di kenal di kalangan petinggi POLRI danTNI. Rasa Nasionalisme yang tinggi, mengalir dari ayahnya yang juga seorang Pejuang Kemerdekaan.

Berikut sekilas wawancara dengan Bunda Naumi pada Ahad (11/10) : “Apa yang membuat bunda sangat fokus pada perlindungan anak dan perempuan”.
Bunda Naomi menjawab : ” Saat saya kecil saya adalah korban 7 orang, Mana keadilan saat itu?. tak ada yang memperjuangkannya, hingga saya menemukan Aris Merdeka Sirait. Saya banyak belajar pada Beliau dan dari kegagalan yang menjadi motivasi agar saya bisa lebih baik.

Bunda Naumi menjelaskan, karena keberhasilan Bunda membongkar kasus kematian anak Angelin, Bunda Naumi di undang ke Istana.

” Alhamdulilah, perjuangan masih panjang dalam melindungi dan memperjuangkan hak hak Perempuan dan Anak Serta selama ini saya belum pernah pakai dana negara,” jelasnya.

Bunda Naumi juga mengungkapkan bahwa, saat kasus Angelin, banyak yang numpang tenar, kemana mereka saat berita kehilangan Angelin diberitakan diberbagai media?

” Karena tergerak hati nurani dan berlinangan air mata, saya meluncur Kepulau Dewata, tanpa dana Pemerintah. Waktu itu saya hadirkan Komnas Anak /Komnas PA untuk turun dan bongkar segala kejanggalan tersebut. Saya viralkan berita kasus Angelin tersebut mendunia, sampai saya atur pertemuan dengan yang namanya Siti Sapura yang merasa sok jadi pejuang saat itu. Tanya pada dia siapa yang atur dia wawancara dan di rumah siapa wawancara,” ujar Bunda Naomi.

Kemudian kata Bunda Naomi, saya tanya siapa yang mendirikan prasasti angelin? Dana siapa?, siapa yang tanda tangan di prasasti itu yang mestinya saya tapi saya berikan kepercayan pada istri Setnov, dengan harapan beliu dapat membantu perjuangan kami.

” Siapa yg menyerahkan jenasah angelin ke banyuwangi?, Siapa yang mengawalnya?, Itu semua tak pernah media ingin tau, dan kami juga segera memperbaiki makam Angelin, mana KPAI?, mana Kak Seto yang saat itu diwawancara tau segala hal?, kalau tidak tau mohon diam,” tegas Bunda Naomi.

” Silahkan tanya pada Aris Merdeka Sirait, kalau bukan Naumi yang pertama kali ajak Turun, Angelin pasti dianggap hilang biasa,” katanya lagi.

Bunda Naomi menambahkan bahwa, hasil perjuangan saya adalah dibully oleh oknum media saat itu, saat kita berjuang sepenuh hati malah diBully, yang benar disalahkan yang salah dibenarkan Itulah Indonesia.

” Kami di Bali saat kasus Angelin 100℅ dari donator dan berhasil mendirikan lembaga mandiri yang bernama TRCPPA di 25 provinsi. TRCPPA bukan LSM, bukan Ormas. Kami adalah yayasan mandiri,” terangnya.

Bunda Naumi mengatakan bahwa dirinya adalah mantan anak jalanan juga, makan dari makanan bekas di tong sampah sering dulu saya lakukan, kalau ingat itu semua itu tak buat saya sedih.. maka itu menjadi cambuk buat saya untuk selalu memperjuangkan hak perempuan dan anak itu termasuk cerita bagian dari perjalanan hidup saya, Itu sebabnya, dia menghibahkan nyawanya untuk perjuangannya.

” Baiklah sahabat anak tunggu buku perdana dari Bunda Naumi Berjudul “Terali Besi Tak Memudarkan Pengabdianku”. Keadilan itu mahal, begitu juga fakta kebenaran yang lain,” ujarnya.

Bunda Naumi di anggap melarikan uang solidaritas Angelin, itu tidak benar, ungkap Sekjen Komnas Anak, Dhanang Sasongko. Karena uang receh itu di simpan dan di gunakan untuk pembersihan TKP saat itu.

” Uang solidaritas itu tak ada karena itu adalah uang yang di dalam canang brttumpuk akgir nya daripada di buang bersama bunga bunga yang sudah layu. Akan tetapi karena betapa jahatnya oknum media saat itu Naumi mengalah. Dan naumi di anggap menghilang, itu juga tak benar, putra Bunda Naumi saat itu harus wisuda Praspa Akpol 2015,” kata Dhanang Sasongko.

Dhanang sasongko membenarkan, jika tanpa Bunda Baumi meminta Komnas bergerak dan membiayai semua kegiatan tersebut, tentu akan berbeda ceitanya.

Begitu pun juga keterangan dari Wahyu yang saat itu menjadi sopir dan menyiapkan armada bagi para tamu Komnas anak yang datang.

Dan di tahun 2016 untuk memilih Ketua Umun di Komnas Anak harus berdasarkan Rapat Nasional seluruh LPA di Indonesia. Kegiatan ini digelar di Hotel Ibis Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 276 juta.

” Adakah dari negara? Tidak ! Saya biayai sendiri kegiatan tersebut, yang penting demi Anak Indonesia “, kata Bunda Naomi.

Hal ini juga di benarkan oleh Dhanang Sasongko dan Dewan Pengawas Komnas Anak, Bunda Rostien ilyas

” Bunda Naumi tidak ambisi jabatan di Komnas Anak, bahkan saat di tawarkan, Bunda mengatakan, saya punya lembaga sendiri,” ungkap Rostien Ilyas.

(Asr/Akm)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *