Thursday, 29 October 2020
1 views

Diundang Langsung Oleh Kakanwil Kepala Pengamanan Lapas Makassar Sampaikan Ini

Makassar,Detektif – Pencegahan dan pendeteksian gangguan keamanan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) dewasa ini perlu ditingkatkan, mengingat ditahun 2019 telah terjadi beberapa peristiwa gangguan keamanan dan ketertiban pada beberapa Lapas dan Rutan, yang berdampak pada kerusakan infrastruktur dan menimbulkan terjadinya pelarian Nadapidanan maupun Tahanan.

Mengantisipasi kejadian terulang kembali, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia cq Direktorat Jenderal Pemasyarakatan gelar kegiatan  Pelatihan Tingkat Lanjut Intelijen Pemasyarakatan dan Deteksi Dini gelombang I (Advanced Level Training on Corrections Intelligence and Early Warning System Batch I) yang dilaksanakan di Hotel Lombok Raya Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal (8/7) sampai (12/7) juga diikuti oleh Kepala Pengamanan Lapas Kelas I Makassar Mutzaini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah tingkat lanjut dari pelatihan dasar intelijen dan pendeteksian dini ganguan keamanan dan ketertiban yang dilaksanakan di manado sebelumnya,

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Priyadi mengundang Mutzaini untuk memaparkan seluruh materi pelatihan selama di Mataram, “ilmu yang didapatkan terkait dengan instrumen penilaian terhadap pelaksanaan Pemasyarakatan dengan memerhatikan 4 pilar, Registrasi, Perawatan, Pembinaan dan Keamanan dengan menggunakan instrumen tersebut kita akan dapat menilai tingkat kerawanan di UPT tersebut dengan Standar Internasional” jelas Mutzaini.

Lebih lanjut, Mutzaini mengatakan bahwa hasil dari Instrumen tersebut akan dibuatkan laporan intel yang disampaikan kepada Kakanwil sehingga dapat memetakan sejauhmana tingkat kerawanan pada UPT tersebut, selain itu ia juga menyampaikan bahwa rencana yang akan diimplementasikan di Lapas Kelas I Makassar ialah melaksanakan Inhause Training dengan menggunakan instrumen 4 pilar.

“Rencananya adalah melakukan inhause training dengan menggunakan instrumen tersebut dan melatih beberapa intel-intel yang ada di Lapas Makassar, sehingga kita langsung memiliki agen intelegen dan dapat digunakan dan mengiplementasikan instrumen yang diajarkan, sehingga dalam beberapa waktu yang tidak lama dapat langsung mendeteksi dini sejauhmana tingkat kerawanan yang ada di Lapas Makassar” ucap Mutzaini.

Diketahui terkait target dari instrumen ini, akan mengkorek kecenderungan warga binaan Pemasyarakatan dan kecenderungan kinerja Petugas Lapas Kelas I Makassar yang dinilai dari angka dan skor penilaian deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, serta akumulasi dari nilai 4 pilar tersebut juga akan mempresentasikan tingkat kerawanan Lapas.

Dalam hal ini, Priyadi selaku kaknwil kemenkumham Sulsel menegaskan ini juga bagaian percepatan revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan di tingkat daerah sehingga dapat dengan mudah memetakan dan pendeteksian dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di upt baik lapas maupun rutan.
Harapan kami dapat segera mungkin menindaklanjuti arahan dan instruksi dari kakanwil serta dapat mengimplementasikan secara real di Lapas Kelas I Makassar. ” setelah kita merealisasikan nilai dan skor yang didapatkan, sehingga mampu mengantisipasi hal-hal mana yang perlu dibenahi dan diperbaiki sehingga Lapas Makassar dapat mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban” tutup Mutzaini.(Ltf)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *