Saturday, 31 October 2020
0 views

Revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan , ini jurus kunci dari kadivpas Sulsel untuk percepatan Implemantasinya

Makassar, Detektif – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kemenkumham Sulsel), Taufiqurrakhman, berikan penguatan Tugas Dan Fungsi Pemasyarakatan yang dilaksanakan di aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar. Rabu, (7/8/19).

Dalam rangka percepatan Revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan, Taufiqurrakhman didampingi Kepala Lapas Kelas I Makassar, Budi Sarwono, mengatakan bahwa Revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan yakni menghidupkan kembali aturan-aturan dasar pemasyarakatan yang mulai ditinggalkan atau dilupakan. Bahkan

“Ada yang tau apa itu Revitalisasi Pemasyarakatan? Revitalisasi Pemasyarakatan diatur pada Peraturan menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. 35 Tahun 2018, dimana pada KBBI juga sudah jelas arti dari Revitalisasi adalah proses, cara perbuatan menghidupkan kembali/menggiatkan kembali mengoptimalkan, sehingga disimpulkan Revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakan merupakan menggiatkan kembali atau menghidupkan kembali tatanan yg sudah hampir dilupakan ” ucap Taufiqurrakhman.

Dalam hal ini Taufiqurrakhman juga menyampaikan terkait deretan masalah yang sering terjadi di Lapas dan Rutan, sekaligus memberikan solusi dan sikap pegawai bilamana menghadapi salah satu masalah tersebut. “Awali tugas dengan niat yang baik dan bekerja secara profesional dan proporsional, kita bangun komitmen yang tinggi dan integritas moral yang kuat, kita jangan menjadi masalah buat mereka (Narapidana) seharusnya kita menjadi bagian dari solusi” tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa baik Kepala Lapas maupun Staff harus selalu turun ke lapangan dan mengambil tindakan yang tegas, “jangan pernah ragu dan takut untuk mengambil tindakan yang tegas, sosialisasikan¬† dan rangkul mereka (Narapidana) serta kita tingkatkan koordinasi dengan aparat keamanan maupun instansi terkait, dan yang paling penting adalah kita tingkatkan kedisiplinan dan kinerja semua bagian” tutupnya.

Kegiatan penguatan TUSI Pemasyarakatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi dan foto bersama. Menyimpulkan hasil dari kegiatan¬† Budi Sarwono mengatakan “sebagai petugas Pemasyarakatan kita dituntut untuk selalu memberikan solusi dan mengayomi jangan menjadi beban narapudana, maka sebelum bekerja selalu awali dengan niat yang baik dengan disiplin, integritas, dan kecerdasan”.(ltf)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *