Thursday, 29 October 2020
3 views

Bendahara Desa Doda Bekerja Tanpa Kordinasi ,Kepala Desa

Pasangkayu, Detektif – Pelaksana Tugas (Pgs) Kepala Desa (Kades) Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, propinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Hasan S.Pdi, sisalkan cara kerja bendahara desa yang bekerja tanpa kordinasi. Karena belanja pada kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa (DDes) tidak diketahui dirinya.

Hasan yang juga adalah Camat Sarudu mengatakan selama dirinya menjabat sebagai Pgs Kades Doda, bendahara desa doda Bu Lia tidak pernah memperliatkan laporang terkait belanja kegiatan. Karena itu ia sudah memperingatkan kepada bendahara untuk lebih transparan dan memberi laporan semua kegiatan yang menggunakan anggaran DDes tersebut.

“Hasan juga menambahkan bahwa saya sudah berapa kali ingatkan bendahara untuk memberi laporan terkait penggunaan Dana Desa ini tetapi yang bersangkutan tidak mengiindahkan. Bahkan tidak bisa dihubungi, baik melalui telepon selulernya. Kabarnya, bendahara sedang sakit dan berada di luar kabupaten, namun tidak ada pemberitahuan kepada kami selaku Pgs Kades Doda,” papar Hasan.

Camat Sarudu juga yang pelaksana tugas kades doda mengatakan bahwa bendahara sudah dua kali pencairan, dan pencairan pertama Rp 260 juta, pencairan kedua iyaitu sekitaran Rp 400 juta itu sebagian untuk pembayaran gaji ,PAUD, staf di desa ,kepala dusun termasuk gaji saya ,dan ada juga HP yang di beli sembilang buah oleh bendahara untuk sembilang kepala dusun karena memang program dari pusat untuk di peruntuhkan kadus yang ada di wilaya desa doda saya sebagai kepala desa pgs tidak tau berapa harganya karena tidak pernah melihat RAB dari semua kegiatan fisik, begitu juga program-program lainnya yang dibiayai melalui Dana Desa. Ini tentunya sangat janggal apalagi diri sebagai kepala wilayah kecamatan tentu menjadi pengawas kegiatan di desa. Apalagi selaku Pgs Kades tentu akan bertanggungjawab pula dalam kegiatan di Desa Doda tersebut.(jamal)

Pasangkayu-Pelaksana Tugas (Pgs) Kepala Desa (Kades) Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, propinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Hasan S.Pdi, sisalkan cara kerja bendahara desa yang bekerja tanpa kordinasi. Karena belanja pada kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa (DDes) tidak diketahui dirinya.

Hasan yang juga adalah Camat Sarudu mengatakan selama dirinya menjabat sebagai Pgs Kades Doda, bendahara desa doda Bu Lia tidak pernah memperliatkan laporang terkait belanja kegiatan. Karena itu ia sudah memperingatkan kepada bendahara untuk lebih transparan dan memberi laporan semua kegiatan yang menggunakan anggaran DDes tersebut.

“Hasan juga menambahkan bahwa saya sudah berapa kali ingatkan bendahara untuk memberi laporan terkait penggunaan Dana Desa ini tetapi yang bersangkutan tidak mengiindahkan. Bahkan tidak bisa dihubungi, baik melalui telepon selulernya. Kabarnya, bendahara sedang sakit dan berada di luar kabupaten, namun tidak ada pemberitahuan kepada kami selaku Pgs Kades Doda,” papar Hasan.

Camat Sarudu juga yang pelaksana tugas kades doda mengatakan bahwa bendahara sudah dua kali pencairan, dan pencairan pertama Rp 260 juta, pencairan kedua iyaitu sekitaran Rp 400 juta itu sebagian untuk pembayaran gaji ,PAUD, staf di desa ,kepala dusun termasuk gaji saya ,dan ada juga HP yang di beli sembilang buah oleh bendahara untuk sembilang kepala dusun karena memang program dari pusat untuk di peruntuhkan kadus yang ada di wilaya desa doda saya sebagai kepala desa pgs tidak tau berapa harganya karena tidak pernah melihat RAB dari semua kegiatan fisik, begitu juga program-program lainnya yang dibiayai melalui Dana Desa. Ini tentunya sangat janggal apalagi diri sebagai kepala wilayah kecamatan tentu menjadi pengawas kegiatan di desa. Apalagi selaku Pgs Kades tentu akan bertanggungjawab pula dalam kegiatan di Desa Doda tersebut.(jamal)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *