Monday, 08 March 2021
28 views

BPJS Pasangkayu “Diduga” Kelola Data Siluman PBI

 

Pasangkayu// Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Pasangkayu, diduga telah mengelola data tak valid alias “siluman” untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

Fakta tersebut, muncul setelah Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Kabupaten Pasangkayu, Irwan Lasibe, S.Sos, membeberkan sejumlah data saat menghadiri rapat bersama dengan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat, (Sul-Bar) Senin (25/01/2021).

Irwan Lasibe, mengatakan bahwa berdasarkan hasil audit Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Dinsos Pasangkayu telah ditemukan sebanyak 200 data sah yang tecatat masuk dalam daftar PBI BPJS Kesehatan di Pasangkayu. Anehnya data sah itu, adalah warga yang tidak berpenduduk di Kabupaten Pasangkayu.

“Itu hasil audit BPKAD bersama kami di Dinsos tahun 2020 kemarin,” katanya.

Ditanya, kenapa itu bisa terjadi?. Dengan singkat Irwan Lasibe, menyebut bahwa itu adalah kewenangan BPJS.

“Karena data kami setor di tahun 2020, kita pastikan tidak ada data yang tidak bepernduduk di Kabupaten Pasangkayu. Itu juga jadi tanda tanya buat kami, makanya kami ajukan ke BPKAD kenapa bisa seperti itu,” tanya dia.

Disampaikan bahwa ada sekitar 400 data yang sementara dilakukan pencarian, dan baru sekitar 200 data sah ditemukan yang dibayar oleh Pemda melalui APBD.

“Ini akan ditelusuri kapan terakhir dibayarkan oleh Dinas Kesehatan, kalau BPJS ini aktif mulai 2015 berarti waktu itu sudah mulai pembayaran,” terangnya.

Menurut Irwan Lasibe, mengatakan bahwa kuat dugaan bermasalah ini, dan tidak menutup kemungkinan sudah terjadi sejak awal terbentuknya BPJS Kabupaten 2016 silam.

“Sejak tahun 2011 data ini masih di kelola oleh Dinas Kesehatan, nanti 2016 data BPJS diserahkan ke Dinsos,” paparnya.
Secara singkat, diharapkan agar segera ada pertemuan secara khusus antara BPJS dan Dinsos untuk membahas terkait persoalan BPJS tersebut”.

“Harusnya ada pertemuan bersama kenapa bisa seperti ini. Juga kenapa selama ini, tidak melaporkan kejadian ini ke pihak Dinsos atau pemerintah setempat, kan ini sudah lama,” pungkasnya. (Jamal,eg)

Print Friendly, PDF & Email
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *