Sunday, 01 November 2020
5 views

Mapolres Matra Menikahkan SNH Dan SP, Resmi Jadi Suami Istri

PASANGKAYU,Tabloiddetektif.com – Drama kehidupan dialami SNH dan SP, warga Desa Karave Kec.Bukutaba (15/1/2019). Dia terpaksa menikah di Markas Polres (Mapolres) Mamuju Utara, karena statusnya yang masih sebagai tahanan polisi.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai Tukang Batu di wilayah Desa Karave itu ditahan, lantaran terlibat dalam aksi Aborsi bersama Pacarnya, Ironisnya Sicabang Bayi tersebut sudah berumur 6 Bulan.

Itulah sebabnya, SP menikahi SNH, perempuan yang telah dipacarinya selama Tiga tahun di Mapolres Mamuju Utara. Akhirnya kedua Mempelai dinikahkan Oleh Penghulu dari Kantor KUA Kecamatan Pasangkayu, Muhammad Idris S.Ag

Disaksikan orang tua mempelai perempuan dan saksi dari mempelai laki-laki, meski menikah sederhana di Mesjid As Syifa yang ada di Mapolres Mamuju Utara tapi pernikahan itu berjalan khidmat. Bertindak sebagai saksi pernikahan dari kedua mempelai dan disaksikan Oleh Wakapolres Mamuju Utara Akbp Takdir Daud Sh bersama Kanit PPA Sat Reskrim Aipda Syukri Sh beserta beberapa Penyidik lainnya. Ditemui usai acara pernikahan, Kedua Mempelai mengaku Sangat Berterima Kasih karena Telah di Fasilitasi Oleh Penyidik Menikah dengan Pujaan hati walaupun situasi yang berbeda

Sementara itu, SNH dengan wajah tegas mengatakan tidak mempermasalahkan menikah di kantor polisi, Barangkali ini Jalan Hidup yang saya harus jalani supaya kedepan bisa lebih dewasa bersama pujaan hati dan langgeng sampai tua.aamiin ! ujarnya.

Sementara itu, Orang Tua mempelai Perempuan tampak sedih saat melihat anak pertamanya tersebut menikah di kantor polisi namun tetap bahagia dan terharu serta berterima kasih karena telah di fasilitasi Oleh Kapolres Mamuju Utara selaku Pujuk Pimpinan Organisasi Polri di Kab.Pasangkayu ini.

Usai menjalani pernikahan, SNH dan SP terlebih dahulu diberikan Wejangan Oleh Kua yang menikahkannya agar jangan bersedih hati, namun harus tegar karena Allah tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan seorang manusia.Ditempat yang sama Wakapolres Matra juga menyampaikan bahwa setelah menjalani Proses Pernikahannya ini,maka selanjutnya kedepan keduanya akan mengikuti proses Peradilan dari perbuatan yang telah dilakukannya dan harapannya agar ini dijadikan pelajaran dan semoga pernikahannya langgeng.Ujarnya.

Usai menjalani Prosesi Pernikahan Di Mesjid As Syifa Polres Matra selanjutnya SNH dan SP langsung digelandang ke sel tahanan. Dengan kemeja putih yang sempat dikenakannya saat menikah dan diganti saat memasuki Ruang Tahanan.

Wakapolres Matra Akbp Takdir Daud Sh mengatakan terhadap tersangka SP dan SNH dikenakan Pasal 77 a ayat 1 Jo Pasal 45 uu nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukumannya 10 tahun.(Jamal)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *