Saturday, 24 October 2020
2 views

Pembangunan Jembatan Gantung Raiye, Warga Angkat Bicara

Pasangkayu – Belum setahun Proyek renovasi pembangunan jembatan gantung raiye di dusun kampung tengah atau persisnya di Jalan Dewi Sartika Keluharan Pasangkayu, Kecamatan Pasangakayu, Kabupaten Pasangkayu ,propinsi sulawesi barat, (Sul-Bar) mendapat sorotan dari warga.

Sejumlah masyarakat menilai proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Pasangkayu itu, dikerja asal-asalan. Pasalnya ada beberapa bahan tak layak juga dipaksa tetap digunakan.

“warga petani mengatakan bahwa Kami heran, karena anggaranya besar tapi pekerjaanya seperti belum tuntas,”menurut warga petani yang melintas dijembatan gantung untuk membawa keluar hasil kebunnya yang sudah di paneng tersebut.

Masyarakat mengatakan, seandainya pemerintah melibatkan masyarakat secara gotong royong dalam perbaikan jembatan itu, mungkin hasilnya bisa lebih baik. “Mungkin kalau, dananya ini diberikan ke masyarakat untuk dikerja. Saya perkirakan 100 juta sudah sangat besar. Ini lain, anggaranya tinggi tapi hasilnya asal jadi,” kesalnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pekerjaan jembatan gantung raiye yang menelan anggaran sebesar Rp. 394.072.000 itu, masih banyak bahan bekas yang ditemukan di pakai seperti papan , bambu untuk menjadikan landasan jembatan gantung yang sudah rusak .

Selain itu, juga ditemukan ada beberapa tali slengnya pengikat dari bahan sebelumnya (bekas) yang masih tetap digunakan. Belum lagi adanya beberapa bahan dari bambu yang digunakan.

Untuk diketahui, pekerjaan tesebut dikerjakan oleh CV Libra Abadi, untuk tahun anggaran 2019, dengan masa kerja selama 150 hari.

(Jamal)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *