Saturday, 31 October 2020
15 views

SULSEL Gelorakan Nafas Keagamaan, Suardi Saleh Serahkan Insentif Guru Ngaji dan Pegawai Syara

BARRU-Detektifonline.com, Sebanyak 2000 orang Pegawai Syara dan Guru mengaji kembali menerima insentif dari Pemerintah kabupaten Barru. Penyerahannya dilakukan langsung Bupati Barru Suardi Saleh didua tempat berbeda. Untuk Kecamatan Soppeng Riaja dan Mallusetasi, Kabupaten Barru di pusatkan di Masjid Mangkoso, Sedangkan untuk Kecamatan Barru dan Balusu dipusatkan di Tower Kantor Bupati Barru, Senin Siang tadi (14/9/2020). Untuk Kecamatan Tanete Rilau, Tanete Riaja dan Pujananting dijadwalkan disedahkan besok Selasa, 19 September 2020 di Masjid Pekkae Tanete Rilau.

Penyerahan insentif ini sebagai apresiasi terhadap dukungan bagi garda terdepan mewujudkan visi Barru yang bernafaskan keagamaan. Para pengurus Masjid atau biasa disebut pegawai Syara yang diambil dari etimologi Syariah serta Guru Mengaji yang menjadi guru pertama Generasi Qurani di Barru terlihat bahagia dengan hadirnya Bupati Suardi Saleh ditengah-tengah mereka.

Apalagi, Bupati Suardi Saleh dengan rendah hati memulai arahannya dengan permakluman atas adanya Pandemic Covid-19 yang melanda Dunia sehingga program harapan bersama ke Tanah Suci tertunda. Program tahunan bagi penggiat agama Islam di Barru yang selama ini menjadi motivasi terpaksa terhalang untuk dapat menjalankan Umroh layaknya tahun-tahun sebelumnya.

“Salah satu upaya lebih mendorong lagi semacam bonus kami siapkan hadiah umroh terhadap imam mesjid, pegawai syara, karena tidak bisa sekaligus maka dilakukan secara bertahap, tahun pertama Alhamdulillah sukses, tahun kedua naik seratus dan tahun ini kami sudah anggarkan 120 orang, tapi karena persoalan corona ini pemerintah Arab Saudi untuk sementara menutup kegiatan Haji dan umrah untuk 2020, sehingga kita terpaksa geser ke tahun berikutnya,” sebut Bupati Barru di Masjid Mangkoso.

Umroh bagi Imam, Pegawai Syara, dan Guru Mengaji memang hal yang menjadi bagian penting dari perhatian selama empat tahun terakhir. Salah satu dampaknya adalah gema “Nafas Keagamaan Barru” sampai menembus level Nasional khususnya di Pengumpulan Zakat serta perkembangan beragam lembaga atau yayasan keagamaan yang masuk secara formal ke Barru. Bahkan saat ini, rumah Tahfidz dan Pesantren yang dikelola oleh yayasan maupun lembaga, tumbuh di hampir semua kecamatan, “bak jamur di musim hujan”.

“Mari Berdoa, covid ini berhenti kondisi negara kita aman, kondisi Arab Saudi aman, sehingga membuka supaya kita bisa umrah, dan mudah-mudahan suatu waktu nanti semuanya kita ini bisa melaksanakan umrah,” tutup Suardi Saleh yang dibersamai oleh beberapa pejabat Daerah baik dari Unsur Legislatif, Kemenag maupun jajaran Pemda.

(Asr/HB)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *