Friday, 04 December 2020
32 views

Ternyata, Ini Sejarah dan Makna Hari Santri Bagi Nasruddin Abdul Muttalib

 

BARRU-Detektifonline.com, Hari Santri Nasional yang ditetapkan pada tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan kepada ummat Islam untuk berperang melawan Sekutu yang ingin kembali menjajah pasca Proklamasi Kemerdekaan. Seruan jihad yang dibacakan oleh pahlawan nasional KH. Hasyim Asy’ari terjadi pada tanggal 22 Oktober 1945.

Hal ini kemudian membuat rakyat dan santri terbakar semangatnya yang puncaknya pada peristiwa yang terkenal oleh Bung Tomo, dengan menyatukan Takbir dan Pekik Merdeka, Para ulama, santri, dan para pejuang melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

Di Kabupaten Barru, sebagai Daerah tempat berdirinya Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso yang berjuluk Serambi Mesir, Plt. Bupati Barru Ir. H. Nasruddin Abdul Muttalib M.Si selaku Inspektur Upacara memimpin langsung perayaan Hari Santri Nasional, Pagi tadi, Kamis (22/10/2020).

“Untuk melihat pembinaan masa depan, anak didik kita memang harus dibekali dengan ilmu agama atau melalui pendidikan santri, dengan pendidikan agama tentunya kedepan dia akan menjadi agen perubahan untuk mewujudkan pembangunan bangsa,” ujar Nasruddin AM memberikan pidato setelah sebelumnya menjelaskan peristiwa tarikan sejarah Penetapan Hari Santri Nasional.

Menurutnya, memadukan urusan dunia dan akhirat yang mampu membuat kita yakin bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kaya raya, adil makmur, dan diridhoi oleh Allah SWT.

“Menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur, Negeri yang diberkati oleh Allah, rakyat dalam suasana adil dan makmur,” harap Plt Bupati yang dulunya pernah menjadi Sekretaris Daerah Barru ini.

Di masa kini, Perang tidak hanya bermakna pertempuran melawan penjajah, namun dapat dimaknai melawan setiap hal yang melemahkan Bangsa atau mengancam keselamatan jiwa. Termasuk Pandemi Covid-19 yang saat ini menjadi musuh bersama, karena itu tema Hari Santri Nasional Tahun 2020 bertajuk ‘Santri Sehat Indonesia Kuat’.

Dihadapan santri yang berasal dari berbagai pondok dan kampus dibawah naungan DDI, Plt Bupati Barru menghimbau kepada semua pembelajar di Barru untuk memenangkan perang melawan Covid-19 dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kami menghimbau kepada para santri (dan segenap lapisan masyarakat Barru) untuk terus dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya” seru Nasruddin memberikan jurus dalam menguatkan imun untuk melawan dan melemahkan potensi masuknya virus Corona.

Anregurutta Prof Dr HM Faried Wajdy MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren DDi Mangkoso, nampak selalu membersamai pemegang kewenangan Kepala Daerah ini. Turut mengikuti perayaan Hari Santri Nasional di Mangkoso, Anggota DPRD Barrru HM Akil, Kementerian Agama Barru Syamsul Bahri, Kepala Bagian Kesra Dr. Irham Jalil Alyah, serta diikuti Alumni Santri Ponpes DDI Mangkoso, Para Pembina Pondok Pesanteren DDI Mangkoso dan Takkalasi.

(Asr/Humas Barru)

Print Friendly, PDF & Email
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *