Saturday, 28 November 2020
6 views

KPU Pasang Kayu Gelar Rapat Pleno Tebuka Untuk Calon Bupati Dan Wakil

 

Pasangkayu -Ketua Komisi pemilihan umum(KPU) kabupaten Pasangkayu Sahran Ahmad, resmi membuka rapat pertama untuk tahapan calon perseorangan kepala daerah 2020 mendatang kita laksanakan sabtu 26,oktober 2019.dan tahapan lonhceng 28 November 2019.KPU pasangkayu akan mengundang seluruh partai politik dengan resmi sebagai penyelenggara pilkada 2020.

KPU pasangkayu resmi membuka calon kepala daerah perseorangan secara terbuka,danbukan hanya calon dari partai politik tetapi ada juga kita buka calon perseorangan yang lewat jalur independen, untuk calon perseorangan karena pilkada tersebut bukan hanya calon dari partai politik saja terangnya.

Tapi ada calon perseorangan maka itu kita butuh waktu yang panjang maka itu kita lebih awal, ketua komosi pemilihan umum daerah pasangkayu Sahran Ahmad mengatakan bahwa kita buka lebih awal untuk calon kepala daerah yang perseorangan karena ada harus kumpulkan KTP, dan bagaimana syarat mendapatkan KTP dan bagaimana cara prefikasi untuk mendorong srategis dan mengetahui lebih dalam rapat pleno calon bupati dan calon wakil bupati pilkada 2020 mendatang ucap Sahran.

Harley Suli Junior menjelaskan secara detail untuk syarat calon bupati dan calon wakil bupati perseorangan dari hasil keputusan Bawaslu untuk menjadikan dasar dalam penentuan minimal calon perseorangan, jadi peraturan kita DPT bahwa hasil pemilihan terakhir untuk pemilu legislatif (pileg) 2019 yang lalu di kabupaten pasangkayu.

Yaitu pemilihan anggota DPRD, DPD, pilpres, DPRD propinsi dan kabupaten 2019 lalu, Jumlah DPT terakhir yang menjadi dasar dalam penetapan syarat minimal dukungan pasangan calon perseorangan, yaitu 93,787, pemilih dan jumlah minimal dukungan 9,379, dukungan yang di peroleh dari hasil hitung 10/100 kali 93,787, sama dengan 9,378,7, di bulatkan menjadi 9,379, dukung tersebar minimal dari 7 kecamatan dalam wilayah kabupaten Pasangkayu, terangnya.

Harley menambahkan bahwa itulah yang di jadikan dasar calon perseorangan dan itu disesuaikan dalam keputusan PKPU no 15 tahun 2017, Harley Suli Junior mengatakan bahwa adapun persyaratan dukungan calon perseorangan berjumlah dari 10 persen menjadi 10/100 di kali jumlah pemilih kalau peraturan PKPU di jadikan dasar jumlah DPT terakhir untuk calon kepala daerah perseorangan tersebut.

Ketua komisi pemilihan umum propinsi sulawesi barat Said Usman mengatakan, syarat untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun depan, selain mendapat dukungan dari partai dan masyarakat, juga ada syarat lain yang harus dipenuhi.

Untuk Kabupaten Pasangkayu, syarat untuk maju bagi setiap calon yang diusung oleh partai itu minimal 20 persen jumlah kursi di DPRD atau 25 persen perolehan suara sah pada Pemilihan Legislatif (Pileg).

” Selain syarat itu, setiap calon juga akan membuat pernyataan setia kepada Pancasila dan seterusnya, bahkan membuat pernyataan tidak pernah melakukan sifat tercela, seperti yang telah dilakukan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Polman dan Mamasa,” terang Said Usman.

Katanya, sekarang ini KPU RI dan DPR RI tengah melakukan pembahasan terkait draft syarat untuk calon kepala daerah dan waktu dekat akan disepakati menjadi sebuah PKPU.

Di dalam draft itu, disebutkan apa saja perbuatan tercela itu. Jika sebelumnya syaratnya tidak pernah Korupsi, Narkoba dan kekerasan seksual terhadap anak, sekarang ini syaratnya sudah ditambah. Syarat yang ditambah yakni tidak pernah berjudi, mabuk minuman keras, berzina dan kesusilaan.(Jamal)

Print Friendly, PDF & Email
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *