Monday, 25 January 2021
18 views

KPU Pasangkayu Gelar Rapat Sosialisasi Tentang Perubahan PKPU No 18 2020

 

Pasangkayu- detektifonline.com //Bertempat di Cafe D’Japos Jl.Ir. Soekarno, Kel.Pasangkayu, Kec.Pasangkayu, Kab. Pasangkayu, telah dilaksanakan kegiatan
Sosialisasi PKPU Nomor 18 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil
Bupati dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu Tahun 2020, (3,12,2020).

Letkol Inf. Novyaldi, SE Dandim 1427, Pasangkayu, Kompol Ade Candra, WaKapolres Matra, Jul Indra Dana Nasotion, S.H, Kasi Datun Kejari Pasangkayu, Syahran Ahmad, S.Pd
Ketua KPU Pasangkayu, Harliwood Suly Junior, Komisioner KPU Pasangkayu,
Mallo,S.Sos,M.Si Kepala Bidang Ormas dan Orpol, Heriansyah, SKM, Komisioner KPU Pasangkayu.

Muslim ,Tim penghubung Paslon 01 Salam, Kahar Tim penghubung Paslon 02 ABRI Manarang, Mahfud Fuad Tim penghubung Paslon 03 Yes Smart.

Harliwood Suly Junior Komisioner KPU Pasangkayu dalam penyampaiannya bahwa Sosialisasi ini dilakukan, karena ada perbedaan Pilkada tahun 2020 ini dengan Pilkada sebelumnya dan ini menurut kami adalah hal sangat penting untuk disampaikan ke masyarakat melalui Tim Pasangan Calon dan unsur Forkompinda, sehingga masyarakat tau tentang aturan yang baru ini.

Diantara yang membedakan nanti saat pemungutan dan perhitungan suara itu ada 12 item, yakni Pada saat datang ke TPS pemilih Harus mematuhi persyaratan, yakni pemilih itu wajib menggunakan masker.

Jumlah pemilih dalam satu TPS itu maksimal 500 orang. Dalam C Pemberitahuan itu diatur waktu kehadirannya. Saat di TPS pemilih harus menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan.

Sebelum masuk ke TPS, pemilih itu diwajibkan untuk mencuci tangan dan memakai sabun. Setelah itu petugas KPPS memberikan sarung tangan plastik yang satu kali pakai kepada pemilih. Setelah menyalurkan hak pilihnya, sarung tangan tersebut dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan oleh KPPS. Kemudian pemilih diteteskan tinta oleh petugas KPPS, sebagai tanda telah menggunakan hak suaranya, jadi tidak lagi mencelupkan jari ke dalam tinta seperti pencoblosan sebelumnya.

Disekitar TPS itu dilakukan penyemprotan Secara berkala, baik sebelum dilakukan pencoblosan, saat sedang berlangsung proses pencoblosan dan sesudah perhitungan suara, agar tidak meninggalkan virus.

Sebelum masuk ke TPS, pemilih akan diukur suhu tubuhnya. Apabila ada terdapat pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37,3 derajat Celcius, akan diarahkan ke bilik khusus untuk melakukan pencoblosan dan masuk melalui pintu khusus.

Paling lambat 3 hari sebelum hari pemilihan, surat pemberitahuan untuk memilih telah disalurkan kepada pemilih oleh KPPS. Dan petugas KPPS dalam menyalurkan C Pemberitahuan tersebut, langsung kepada pemilih dan tidak diserahkan melalui perwakilan dalam keluarga.

Pemilih yang sedang melakukan isolasi mandiri dan ada surat keterangan dari Satgas Covid-19, bahwa masyarakat atau yang bersangkutan tersebut sedang menjalani isolasi mandiri, untuk menyalurkan hak suaranya itu akan didatangi oleh KPPS dengan menggunakan baju Asmat.

Pada hari Pencoblosan, tepat pukul 13.00 wita, registrasi itu ditutup dan ini sudah kita bekali kepada seluruh KPPS. Apabila masih ada masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya karena waktu pemilihan telah selesai namun masih berada diarea tempat pemilihan itu tetap bisa menggunakan hak suaranya. Jadi pukul 13.00 itu bukan batas waktu pencoblosan tapi batas waktu registrasi.

Syahran Ahmad, Ketua KPU Kabupaten Pasangkayu, mengatakan bahwaTerkait masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, kami dari KPU kabupaten Pasangkayu, sudah menyurat ke Satgas Covid – 19 Kabupaten Pasangkayu, untuk meminta nama dan alamat orang yang menjalani isolasi mandiri, agar kami juga cepat memberitahukan ke petugas KPPS.

Sementara ini sudah ada data orang yang menjalani isolasi mandiri tersebut dari Satgas Covid, karena orang yang terjangkit ini sifatnya fluktuatif, sehingga kami meminta kepada Satgas itu memberikan data yang terbaru.

Untuk menyalurkan hak suaranya, pemilih yang menjalani isolasi mandiri ini, akan didatangi oleh petugas KPPS, menggunakan APD lengkap.

Bagi pemilih yang sedang dalam tahanan oleh Polres Pasangkayu dan Kejaksaan Pasangkayu, sementara ini kami melakukan pendataan apakah terdaftar dalam DPT atau tidak. Apalagi ada himbauan dari Kapolri, bahwa tahanan untuk sementara ini tidak bisa dijenguk.

Apabila terdaftar dalam DPT, untuk menyalurkan hak suaranya akan didatangi oleh petugas KPPS di TPS terdekat untuk menyalurkan hak suaranya.

Sedangkan untuk pemilih di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Pasangkayu, di desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, disana itu ada TPS khusus disediakan jadi tidak keluar lagi dari area Rutan untuk menyalurkan hak suaranya.(Jamal)

Print Friendly, PDF & Email
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *