Monday, 26 October 2020
4 views

Kasus Penipuan “Online”, Seorang Warga Pare-Pare Ditangkap di Kecamatan Soreang

 

BARRU, Tabloiddetektif.com – Kepolisian Polres Barru, mengamankan seorang pelaku penipuan dengan modus jual beli online.

Pelaku diketahui bernama Yunus Alis Nunu Bin Hamsah Umur 22 Tahun, warga Kel. Bukit Harapan Kec. Soreang Kota Pare – Pare, Sul Sel, ditangkap di Rumah pelaku dibukitharapan, pada hari Kamis Tgl 27 /2/2020.

Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah, SH. S. Ik melalui, Kabag Humas Polres Barru AKP. Sainuddin dalam PRES Rilis di Mapolres Barru pada Hari Kamis (5/3/2020) mengatakan, penangkapan Team Resmob Polres Barru berkordinasi dengan Team Polres Pare – Pare tentan tempat tinggal pelaku sehingga berhasil menankap pelaku kasus penipuan bermodus ONLINE.

Bermula ada laporan warga Gempunge, Fadillah alias Dilla Binti Lacaco 20 Thn, dengan laporan POLISI Nomor: LP/51/II/2020/Sulsel/Res Barru Tgl 29/ Peberwari 2020 tentan dugaan tindak pidana penipuan dalam transaksi jual beli Online.

Bahwa pelaku menposting barang berupa masker merek SENSI seharga Rp. 225. 000 perkotak, di akum Facebook pelaku dg nama” Sinta Putri ” di marketplace lalu korban tertarik dan memulai komonikasidengan pelaku melalui akun massanger setelah terjadi tawar menawar, mereka berdua sepakat di harga Rp. 170. 000 per kotak, dan korban memesan barang tersebut sebanyak 15 kotak, dengan harga keseluruan Rp. 2.550.000, setelah itu merekapun melanjutkan percakapan dg WA masin masin selanytnya pelaku mengirimkan no rekening BRI kepada korban.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya satu unit HP dengan merek OPPO, satu bungkus buku tulis, selimut bayi bekas dan sisa uang hasil kejahatan Rp. 450.000.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk pelaku dikenakan pasal 45 A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliar,” kata AKP Sainuddin.(T)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *